Pages

Saturday, December 1, 2018

Rahasia Pernikahan Mendiang George HW Bush Bisa Bertahan 73 Tahun

Liputan6.com, Jakarta – Mantan Presiden Amerika Serikat (AS) George HW Bush meninggal dunia. Menurut keterangan dari juru bicaranya Jim McGrath, sang mantan presiden menghembuskan napas terakhir di Houston pada usia 94 tahun, Sabtu (1/12/2018) waktu setempat.

Presiden AS ke-41 sekaligus ayah dari dari George W. Bush tersebut menghembuskan napas terakhir di usia 94 tahun. Sang anak, George W. Bush juga pernah menjabat sebagai Presiden AS pada periode 2001-2009.

Dikutip dari laman The Washington Post, hingga kini belum diketahui penyebab kematian pemilik nama George Herbert Walker Bush ini. Yang jelas, George HW Bush kerap dilaporkan masuk rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif akibat penyakit paru-paru basah yang dideritanya.

Tak hanya dikenal sebagai mantan Presiden AS, George HW Bush juga dikenal sebagai suami yang setia dengan mendiang istrinya, Barbara Pierce Bush. Dilansir dari Southern Living, George dan Barbara menikah pada 6 Januari 1945 dan mempunyai enam orang anak.

Salah seorang anak mereka, Robin, meninggal dunia saat masih berusia tiga tahun. Saat Barbara meninggal dunia pada 17 April 2018, pernikahan keduanya sudah berlangsung selama 73 tahun.

Mereka pun menjadi pasangan suami-istri Presiden AS yang waktu pernikahannya paling lama. Keduanya memang dikenal sebagai pasangan yang serasi dan selalu terlihat mesra serta kompak di berbagai kesempatan.

Menurut salah seorang cucu mereka, Jenna Bush Hager, ada satu kata yang selalu diucapkan George setiap malam pada sang istri, yaitu "Aku cinta padamu, Barbie." Sedangkan, Barbara sering menyebut George sebagai pahlawannya.

Salah satu tips pernikahan yang pernah dikatakan Barbara adalah saat dua orang sudah menikah, yang paling utama bagi mereka adalah iman, keluarga, dan sahabat. Sejak sang istri wafat, kesehatan George HW Bush semakin menurun hingga akhirnya menghembukan napas terakhir pada 30 November 2018.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Mantan Presiden AS George HW Bush meninggal hari ini.

Let's block ads! (Why?)



from Berita Gaya Hidup Terkini - Tren Fashion, Info Shopping, Menu Kuliner kalo berita kurang lengkap buka link disamping https://ift.tt/2KNM60M

Peserta Famtrip Danau Toba Kunjungi Dua Desa Wisata di Samosir

Liputan6.com, Samosir Keseruan Familiarization Trip (Famtrip) Promosi Destinasi Prioritas Danau Toba di Medan dan sekitarnya, berlanjut. Pada hari kedua, Kamis (29/11), seluruh peserta diajak menyeberangi Danau Toba menggunakan kapal khusus penumpang. Tujuannya adalah mengunjungi dua desa wisata di Pulau Samosir.

Desa Ambarita jadi pemberhentian pertama. Kunjungan diarahkan ke Huta Siallagan. Di desa ini, para peserta diajak mengenal rumah adat khas Batak Toba. Lengkap dengan atribut yang melekat di bangunannya.

Yang menjadi guide para peserta famtrip di Ambarita adalah Gading. Ia adalah keturunan ke-7 dari Raja Siallagan. Pria tua itu mampu menjelaskan dengan gamblang situasi di kampungnya.

“Jadi rumah-rumah adat yang ada di Siallagan ini sudah tidak terlalu asli. Karena bagian atapnya terbuat dari seng. Seharusnya dari ijuk. Tetapi. Bagian lain dari rumah-rumah ini masih asli. Kayu-kayu yang digunakan tidak berubah,” terang Gading.

Menariknya, peserta famtrip juga bisa melihat bagian dalam rumah adat Batak. Mereka pun mendapatkan pengetahuan mengenai kehidupan masyarakatnya. Khususnya di Huta Siallagan

Usai menerangkan budaya Batak, Gading lantas mengajak seluruh peserta famtrip untuk Manortor alias menari Tor Tor bersama-sama. Tak ketinggalan dengan iringan boneka legendaris, Sigale-Gale. “Semua pakai ulos, kemudian ikuti gerakan saya. Kita manortor bersama-sama,” ajak Gading.

Ajakan ini disambut sangat antusias oleh para peserta famtrip. Dengan penuh canda, mereka mengikuti setiap gerakan. Atraksi manortor bersama ini sukses menarik wisatawan mancanegara yang sedang berada di Huta Siallagan.

Namun, menari dengan Sigale-Gale ini bukan akhir dari perjalanan. Peserta kemudian dikenalkan dengan hukum adat yang berlaku dimasa lalu. Termasuk hukum pancung.

“Kesalahan tentu berbeda. Kesalahan kecil bisa dimaafkan. Atau ada juga ganti rugi. Tapi kejahatan berat tentu akan mendapatkan hukuman berat. Dan kesalahan yang tidak bisa diampuni akan berakibat hukum pancung,” jelasnya.

Dari Ambarita, perjalanan dilanjutkan ke Desa Tomok. Dari Pelabuhan Tomok, para peserta famtrip diajak mengunjungi Makam Raja Sidabutar. Namun, peserta tidak berada lama di sini. Setelah mendapatkan panduan dari guide Yanti Purba, rombongan langsung bergerak.

Bagi Kepala Sub Bidang Pemasaran Area I Regional I Kementerian Pariwisata Alfin Merancia, kunjungan ke dua desa di Ambarita dan Tomok sangat bermanfaat. Karena peserta famtrip sebagian besar berisi travel agent dan travel operator. Mereka bisa melihat langsung destinasi yang akan ditawarkan ke wisatawan.

“Kebudayaan Batak yang mereka dapatkan sangat lengkap. Dari unsur rumah adat, budaya, dan juga perjalanan sejarahnya. Yang lebih menyenangkan, di dua desa wisata yang kita kunjungi ada wisatawan mancanegaranya. Hal ini bisa meyakinkan travel agent jika Danau Toba memang sangat potensial,” paparnya.

Dijelaskan Alfin, pariwisata turut mengubah pola pikir masyarakat. Mereka lebih kreatif untuk menjaring wisatawan.

“Seperti tari Tor Tor dan Sigale-Gale kini banyak pilihan. Karena masyarakat sudah menjadikannya sebagai atraksi untuk menjaring wisatawan. Kita pun berharap dengan cara ini budaya Batak tetap terjaga. Dan semakin dikenal,” katanya.

Hal serupa disampaikan Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Regional I Kementerian Pariwisata Masruroh.

“Hal yang sangat bagus. Saat peserta famtrip yang terdiri dari TA/TO hadir, ternyata ada wisatawan mancanegara yang berkunjung. Tentu kita berharap TA/TO bisa melihat potensi Danau Toba. Karena memang sudah menjadi tujuan wisata internasional,” jelasnya.

Dukungan juga diberikan Menteri Pariwisata Arief Yahya.

“Budaya itu semakin dilestarikan akan semakin menghasilkan. Oleh karena itu, Kementerian Pariwisata mendukung upaya mengenalkan budaya Batak. Khususnya sekitar Danau Toba. Karena, Danau Toba adalah destinasi prioritas,” jelasnya.

Let's block ads! (Why?)



from Berita Gaya Hidup Terkini - Tren Fashion, Info Shopping, Menu Kuliner kalo berita kurang lengkap buka link disamping https://ift.tt/2zD93zz