:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2335672/original/007671200_1534759804-IMG-20180817-WA0002.jpg)
Liputan6.com, Jakarta Tepat pada tanggal 17 Agustus kemarin, Indonesia merayakan hari jadinya yang ke-73. Tanggal yang selalu disambut sukacita oleh seluruh masyarakat Indonesia tersebut menjadi langkah awal Indonesia merdeka dan lepas dari belenggu penjajahan.
Kemerdekaan merupakan angin segar bagi seluruh masyarakat Indonesia untuk bebas melakukan banyak hal tanpa takut mendapatkan intervensi dari negara asing. Salah satunya adalah merdeka atau bebas memilih pekerjaan. Masyarakat bebas melakukan pekerjaan yang dirasa dapat mereka lakukan guna memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Mulai dari menjadi presiden, pengusaha, guru, koki, hingga sopir bajaj.
Di antara sekian banyak profesi yang ada, profesi sebagai sopir bajaj tampaknya sangat menarik untuk dibahas. Moda transportasi yang lazim ditemui di seluruh antero Jakarta ini pernah menjadi andalan warga Ibu Kota pada zamannya. Kursi penumpangnya yang luas, harga terjangkau dan kemampuan beradaptasi dengan macet menjadi keunggulan yang membuat warga jatuh hati.
Namun, sudah saatnya melupakan kejayaan masa lampau. Kini, ketertarikan masyarakat menggunakan bajaj sebagai angkutan umum berbalik 180 derajat. Semua orang paham bahwa eksistensi bajaj mulai tergerus oleh perkembangan zaman.
Dari sekian banyak bajaj yang terparkir di sudut-sudut kota Jakarta, hanya ada beberapa yang bergerak mengantarkan penumpang. Yusuf (72), salah seorang sopir bajaj yang sudah menggeluti pekerjaan tersebut selama kurang lebih 20 tahun menyebutkan bahwa banyak perbedaan antara kondisinya zaman dahulu dengan sekarang.
* Update Terkini Asian Games 2018 Mulai dari Jadwal Pertandingan, Perolehan Medali hingga Informasi Terbaru dari Arena Pesta Olahraga Terbesar Asia di Sini.
from Berita Gaya Hidup Terkini - Tren Fashion, Info Shopping, Menu Kuliner kalo berita kurang lengkap buka link disamping https://ift.tt/2MsCpsX
No comments:
Post a Comment