Liputan6.com, Jakarta - Wakatobi di Sulawesi Tenggara jadi pusat perhatian saat dilaksanakannya Kirab Pemuda Nusantara 2018, Sabtu, 13 Oktober 2018. Dengan mengenakan busana adat dari daerahnya masing-masing, peserta berjalan kaki mengelilingi kota Wangi-Wangi, Ibukota Wakatobi.
Acara tersebut juga dimeriahkan dengan Kansoda'a, yakni tradisi masyarakat Wakatobi, memikul remaja perempuan yang tengah beranjak menjadi seorang gadis. Biasanya prosesi adat ini diadakan setahun sekali, terutama usai Lebaran.
Para perempuan yang mengikuti acara Kansoda'a, mereka didandani dengan pakaian adat, lengkap dengan aksesori berwarna cerah dan didominasi warna emas. Sementara, kepala mereka dihiasi seperti mahkota yang terbuat dari berbagai jenis bunga dan bulu burung.
Selama berlangsungnya acara tersebut, dua hingga empat gadis belia duduk di atas tandu kayu dan diarak keliling kampung. Perempuan yang berada di atas tandu tersebut, tak boleh menunjukkan rasa takut sebagai kedewasaan mereka.
Kansoda'a menyimbolkan kebanggaan keluarga Wakatobi memiliki anak perempuan yang beranjak dewasa. Para orangtua ingin menunjukkan anak perempuan kebanggaan mereka telah tumbuh dengan baik.
Wakatobi merupakan gabungan dari 4 pulau, yaitu Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko. Berkunjung ke Wakatobi menjadi sesuatu yang menyenangkan. Selain dapat menikmati keindahan alam bawah lautnya, mereka juga dapat menyaksikan keindahan budayanya, seperti Kansoda'a.
* Update Terkini Asian Para Games 2018 Mulai dari Jadwal Pertandingan, Perolehan Medali hingga Informasi Terbaru di Sini.
Saksikan video pilihan di bawah ini:
Tiba di kampung halaman di Wakatobi, Sulawesi Tenggara, atlet dayung peraih medali emas Asian Games 2018 disambut haru oleh warga di Bandara Matahora Wakatobi.
from Berita Gaya Hidup Terkini - Tren Fashion, Info Shopping, Menu Kuliner kalo berita kurang lengkap buka link disamping https://ift.tt/2OvfjDb
No comments:
Post a Comment