Pages

Friday, October 26, 2018

Mengenali Modus-Modus Penipuan Berkedok Cinta di Dunia Maya

Tak hanya di Indonesia, seorang pemuda Palestina, Samir (bukan nama sebenarnya) yang tinggal di luar negeri menjadi korban pemerasan seksual di dunia maya. Seperti dikutip dari BBC, Jumat, 26 Oktober 2018, korban mengaku awalnya seorang gadis meminta untuk jadi teman di Facebook.

Teman barunya itu rajin mengirim pesan bahkan terang-terangan mengaku tertarik padanya. Melihat wajah pelaku yang menarik, Samir pun tertarik. Perbincangan mereka pun pindah dari Facebook ke Skype.

Gadis itu mengaku berusia 23 tahun, yatim piatu, dan tinggal bersama kakak perepuannya di Sidon, Lebanon. Setelah berbincang-bincang, sang gadis mengaku punya hobi tak biasa, yakni seks. Mereka pun sexting, lantaran si gadis tak bersedia bertatap muka di layar komputer karena katanya takut ketahuan sang kakak perempuan. 

Seiring perbincangan mereka yang intens, si gadis menyadari Samir telah terangsang dan meminta Samir menunjukkan kemaluannya, sementara ia membalas dengan menyiarkan dirinya sedang melakukan masturbasi. Samir tergoda dan ikut masturbasi, bahkan dengan memperlihatkan wajah seperti diminta.

Sekitar satu jam kemudian, Samir mendapatkan pesan ancaman melalui Facebook. Pelaku mengancam akan menyebarkan videonya sedang bermasturbasi pada teman dan kerabat yang tercantum di Facebook.

Samir diminta membayar uang senilai 5000 euro. Korban pun segera menghapus 'perempuan' itu dari dalam daftar kontak Skype. Ia mencoba melawan dan menantang pelaku untuk mengunggah video dirinya sedang bermasturbasi melalui Skype.

Ia berpikir, kiriman ke rekan-rekannya mungkin akan diseleksi Facebook. Tapi, pelaku kemudian menggunakan WhatsApp untuk mengirimkan suatu tautan ke laman YouTube. Samir melawan dengan mengadukan konten pornografi ke situs berbagai media, berulang kali.

Diduga, si 'gadis Lebanon berusia 23 tahun' itu adalah seorang pemuda dari Oued Zem, kota kecil di tengah Maroko yang sekarang dikenal sebagai ibu kota pemerasan seksual atau sextortion. Omar mengaku meraup sekitar 500 dolar Amerika setiap hari dari tipuan itu dan ada ratusan pemuda lain di Oued Zem yang melakukan hal serupa.

Let's block ads! (Why?)



from Berita Gaya Hidup Terkini - Tren Fashion, Info Shopping, Menu Kuliner kalo berita kurang lengkap buka link disamping https://ift.tt/2PwTAuh

No comments:

Post a Comment