Pages

Saturday, November 10, 2018

Momen Hari Pahlawan, Sambangi 6 Destinasi Wisata Sejarah di Timur Indonesia

Liputan6.com, Jakarta - Mendengar timur Indonesia, angan sebagian orang mungkin akan langsung membayangkan cantik garis pantai berpasir putih yang hangat ketika dijejak, air laut nan segar, dan gradasi biru memesona tiada dua. Saking melekat, Anda mungkin berpikir bahwa bagian Indonesia satu ini tak bisa jadi destinasi di momen Hari Pahlawan.

Kata siapa? Nyatanya pulau-pulau cantik bak sekeping surga yang jatuh tepat di Ibu Pertiwi itu berperan dalam sejarah panjang bangsa ini. Mereka adalah saksi bisu bagaimana nama-nama pahlawan tak dikenal berjuang mempertahankan Tanah Air.

Mulai dari benteng di Maluku, monumen pengingat pahlawan nasional, sampai pulau dengan sisa-sisa Perang Dunia II, semua sangat mugnkin jadi destinasi wisata sejarah di momen Hari Pahlawan. Dari sekian banyak, sebagaimana dikutip dari berbagai sumber, Jumat, 9 November 2018, berikut beberapa di antaranya.

Benteng Amsterdam

Berada di perbatasan Desa Hila dan Desa Kaitetu, Benteng Amsterdam berjarak sekitar 42 kilometer dari Ambon dan dapat ditempuh selama satu jam berkendara. Sepanjang jalan menuju benteng ini, mata Anda akan dimanjakan pemandangan Teluk Baguala yang berair jernih.

Berdiri kokoh di tepi pantai Desa Hila, benteng peninggalan Belanda yang dibangun pada 1512 ini terdiri dari tiga lantai, di mana lantai dasar dulu merupakan gudang mesiu dan penjara, lantai dua tempat serdadu istirahat dan mengawasi daerah sekitar.

Bila dilihat dari luar, bangunan benteng ini lebih mirip seperti rumah. Di samping bisa tapak tilas sejarah di antara bangunan tua, salah satu sudut benteng ini juga dikenal sebagai spot melihat matahari terbenam.

Monumen Martha Christina Tiahahu

Jalan menanjak nan berkelok dengan bonus pemandangan menawan harus Anda lewati sebelum akhirnya sampai di Monumen Martha Christina Tiahahu. Berada di sebelah Kantor DPRD Maluku, tempat ini memungkinkan Anda melihat pemandangan kota berbatas pelabuhan, hingga batas cakrawala di ujung sana.

Sosok salah satu pahlawan nasional yang di-highlight di sini katanya bertempur dengan melemparkan batu ke tentara Belanda saat kehabisan amunisi. Perbuatan nekad ini melahirkan julukan kabaressi atau pemberani. Konon saat dibangun, patung ini susah berdiri dan baru menemukan posisi seimbang saat menghadap laut tempat Martha Christina Tiahahu dimakamkan.

Saksikan video pilihan di bawah ini:

Jelang Hari Pahlawan 10 November besok, Presiden Jokowi anugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Abdurrahman Baswedan, kakek Gubernur DKI Anies Baswedan.

Let's block ads! (Why?)



from Berita Gaya Hidup Terkini - Tren Fashion, Info Shopping, Menu Kuliner kalo berita kurang lengkap buka link disamping https://ift.tt/2Qzv09l

No comments:

Post a Comment