:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2383774/original/044750500_1539596925-000_19Q43G.jpg)
Putri Charlotte, anak tunggal Raja George IV, Prince of Wales, baru berusia 21 tahun saat melahirkan anak pertamanya. Sosoknya sangat dicintai publik dan kehamilannya bahkan memunculkan perjudian.
Pada pukul 3 dini hari, 4 November 1817, kepala kementerian dipanggil. Bayi sang putri ternyata ukurannya luar biasa besar dan menyangkut di pelvisnya. Tetapi, Sir Richard Croft, dokter lelaki yang bertugas saat itu meyakini pemikiran nonintervensionis. Ia memutuskan tak menggunakan forceps-tang dalam dunia medis.
Setelah 50 jam berjibaku, Charlotte berhasil melahirkan seorang anak lelaki seberat 9 pon. Beberapa jam kemudian, dia mengeluhkan nyeri hebat di perut dan meninggal karena pendarahan dalam pada 6 November 1817.
Kematiannya mengundang duka yang mendalam. Bahkan, prosesi pemakamannya yang dihadiri banyak orang sering disandingkan dengan pemakaman Putri Diana. Sir Richard yang dituding bertanggung jawab oleh para koleganya karena kematian itu, akhirnya bunuh diri.
Tahun-tahun berikutnya, dokter kandungan membolehkan intervensi selama persalinan, termasuk membolehkan sejumlah obat-obatan untuk menginduksi persalinan dan semakin maraknya penggunaan forcep.
from Berita Gaya Hidup Terkini - Tren Fashion, Info Shopping, Menu Kuliner kalo berita kurang lengkap buka link disamping http://bit.ly/2DVCbEd
No comments:
Post a Comment