:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/2805405/original/077147700_1557837684-000_Was8775712.jpg)
Liputan6.com, Jakarta - Siapa tak kenal lagu Jali Jali? Lagu yang dipopulerkan oleh Benyamin Sueb dengan orkes keroncong M. Sagi itu menjadi lagu khas Betawi.
Lagu tersebut berasal dari kata buah jali. Jali merupakan tumbuhan biji-bijian yang berbentuk oval, keras, dan berwarna putih. Tanaman ini termasuk tanaman liar yang tumbuh di mana-mana dengan daun panjang dan runcing.
Sebutan jali jali pun banyak seperti kali watu atau jangle di Jawa, Jelim atau anajali bareh di Sumatera, jelei atau luwong di Kalimantan, klumba di Papua, dan lele atau irule di Sulawesi. Jali jali mengandung asam amino, alkaloid, vitamin, protein, kalsium, zat besi, magnesium, klorida, dan glukosa.
Biasanya jali jali diolah menjadi bubur, minuman, bahkan puding. Berikut Liputan6.com rangkum 6 manfaat jali jali yang sudah banyak dilupakan banyak orang dilansir dari Health Line, Selasa, 12 Mei 2019.
1. Cocok untuk Diet
Makan jali jali dapat membuat Anda merasa kenyang karena kandungan seratnya yang tinggi. Sangat cocok untuk Anda yang sedang melakukan diet. Serat yang terdapat dalam jali jali dapat memperlambat pencernaan dan penyerapan nutrisi. Akibatnya rasa kenyang menjadi lebih lama.
2. Menurunkan Kolesterol
Kandungan beta-glukan atau zat yang terdapat dalam jali jali terbukti dapat menghindari kolesterol dan mengurangi kadar kolestrol jahat dalam tubuh. Sebuah penelitian membuktikan orang-orang yang menderita kolesterol tinggi melakukan diet gandum, beras merah, dan jali jali. Setelah lima minggu, orang yang diet dengan jali jali kadar kolesterolnya turun hingga tujuh persen daripada diet lainnya.
from Berita Gaya Hidup Terkini - Tren Fashion, Info Shopping, Menu Kuliner kalo berita kurang lengkap buka link disamping http://bit.ly/2W40pXq
No comments:
Post a Comment