Pages

Saturday, May 18, 2019

Cerita Akhir Pekan: Hunger Bank, Sulap Makanan Berlebih Jadi Berkah

Liputan6.com, Jakarta - Sampah terbentang sampai berhektare-hektare jauhnya. Teronggok dibiarkan membusuk, hingga sedikit sekali yang bisa diolah kembali. Itulah fenomena yang menyesaki kalbu founder Hunger Bank, Falencia Naoenz dan Imam Assovie, saat mengunjungi Tempat Pembuangan Sampah Akhir Sarimukti di Jawa Barat pada Januari 2016.

"Dari percakapan dengan warga sekitar, mereka mengatakan bahwa sampah makanan jumlahnya sangat tinggi dan jadi mubazir karena tidak bisa diolah, cepat busuk, dan menimbulkan banyak penyakit," cerita Falencia lewat pesan singkat pada Liputan6.com, Rabu, 15 Mei 2019.

Fenomena ini dinilai ironis oleh Falencia, mengingat jutaan orang di Indonesia masih mengais sampah hanya untuk mencari makanan yang layak. Di Indonesia, sambungnya, sampah makanan mencapai 315 kilogram per orang setiap tahun.

"Dari situ, kami sepakat membuat organisasi yang menyalurkan kelebihan makanan ke orang-orang berkekurangan. Tujuan kami ada dua, yaitu mengurangi jumlah sampah makanan dan membantu mengentaskan kelaparan di Indonesia," katanya.

Setelah diskusi, Hunger Bank lahir pada Maret 2016 untuk mengampanyekan zero waste, mengajak masyarakat untuk lebih menghargai makanan, menghindari membuang-buang makanan, dan jika ada makanan berlebih, alangkah baiknya disumbangkan ke orang-orang yang masih membutuhkan.

Bermula di Bandung, Hunger Bank lalu berdiri di Jakarta sejak 2017. "Lalu, banyak orang yang menghubungi kami untuk memulai inisiatif Hunger Bank di kota mereka masing-masing. Kami pun menunjuk koordinator lokal di berbagai kota seperti Palembang, Yogyakarta, Malang, Bogor, Jambi, dan lain-lain," tutur Falencia.

Ia menegaskan, Hunger Bank sebenarnya bukan sebuah organisasi, namun gerakan mengurangi sampah makanan, di mana semua orang bisa berpartisipasi secara bebas tanpa harus berkomitmen dalam jangka waktu tertentu.

Let's block ads! (Why?)



from Berita Gaya Hidup Terkini - Tren Fashion, Info Shopping, Menu Kuliner kalo berita kurang lengkap buka link disamping http://bit.ly/2WSG982

No comments:

Post a Comment