:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1426719/original/095085000_1480931611-charging.jpg)
Baru-baru ini, sekelompok hacker memakai sistem pembaruan software(Live Update) Asus untuk menyebarkan malware, ShadowHammer, ke 1 juta komputer Windows.
Meski saat ini Asus sudah mengulirkan update untuk mengatasi malware itu, perusahaan keamanan Kaspersky dan ESET mengungkap laporan terbaru.
Dikutip dari laman Gamerant, Selasa (30/4/2019), dua perusahaan keamanan tersebut mendapati malware itu juga menargetkan tiga studio gim.
Terungkap, para peretas di balik serangan Asus juga menargetkan software Microsoft Visual Studio.
Dengan ini, peretas dapat menanam malware ke dalam gim buatan tiga pengembang yang menggunakan software terinfeksi malware tersebut.
Akibatnya, hampir lebih dari 92.000 komputer terinfeksi malware itu. Namun, Kaspersky dan ESET meyakini jumlah tersebut bisa lebih tinggi dari yang terdata.
Meski salah satu pengembang yang terkena serangan itu belum teridentifikasi secara publik, dua yang sudah diketahui, yakni Electronics Extreme dan Zepetto.
Adapun dua judul gim yang terinfeksi, adalah Infestation (Electronics Extreme) dan Point Blank(Zepetto).
Tak hanya itu, ESET juga mendata infeksi malware tersebut hampir semuanya berlokasi di Asia, dengan sebagian besar komputer berada di Thailand.
Apa yang membuat serangan terhadap ketiga pengembang begitu mengkhawatirkan, infeksi malware itu sudah terjadi sebelum gim itu diluncurkan.
Dalam laporan Wired tentang serangan itu, tercatat penyebaran malware sudah melampaui langkah yang terjadi dengan Asus.
Pada saat itu, para peretas harus menggunakan server Asus yang terinfeksi untuk menandai file pembaruan yang sudah terkompromi.
(Tik/Isk)
from Berita Teknologi Gadget, Games Keren, Aplikasi Terbaru Dunia kalo berita kurang lengkap buka link disamping http://bit.ly/2I2Cq1s
No comments:
Post a Comment