:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1339019/original/039867200_1473216857-07092016-lamuneon.jpg)
Karenanya, diciptakan lampu jenis ketiga, yaitu LED (Light Emitting Diode).
Lampu jenis ini sangat hemat energi dan lebih ramah terhadap lingkungan. Konsumsi listrik lampu LED hanya sebesar 20 persen dari lampu pijar biasa. Atau dengan kata lain, dapat berhemat 80 persen dari konsumsi listrik.
Bahkan setelah dihitung, setelah 18 bulan pemakaian biaya penghematannya sudah seharga lampu itu sendiri (breakeven point).
Panas yang dihasilkan juga sangat minim, karena lampu LED lebih optimal dalam mengubah energi listrik menjadi cahaya.
Hal tersebut membuat ruangan tetap nyaman, penggunaan pendingin ruangan (AC) pun dapat lebih dihemat.
Lampu LED usianya rata-rata 50.000 -100.000 jam. Jika dihitung penggunaan rata-rata selama 12 jam sehari, maka lampu LED ini dapat bertahan lebih dari 10 tahun.
“Sayangnya, walaupun lampu LED hemat dan bebas bahan kimia berbahaya yakni tanpa timah dan merkuri, bahkan dari emisi ultra violet, pada kenyataannya, masih banyak masyarakat yang belum bisa menggunakan karena harganya yang tergolong tinggi,” ujar Gufron Mahmud, Direktur Utama PT Arah Environmental Indonesia.
Masyarakat pun masih banyak yang menggunakan lampu pendar. Padahal, berdasarkan penelitian dari Puslitbangtek Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi yang dipublikasikan dalam jurnal Ketenagalistrikan Dan Energi Terbarukan Vol. 12 No. 2 Desember 2013, menyebutkan bahwa data historis menunjukkan penetrasi LHE yang tergolong lampu pendar di masyarakat meningkat lebih dari 20 kali pada 2011 dibandingkan dengan penetrasi pada 2000.
Diperkirakan penetrasi LHE ini akan terus meningkat tajam sampai dengan 2020 dan setelah 2020 hingga 2030 akan tetap terjadi peningkatan tetapi dengan nilai yang relatif kecil.
from Berita Teknologi Gadget, Games Keren, Aplikasi Terbaru Dunia kalo berita kurang lengkap buka link disamping http://bit.ly/2H6jq32
No comments:
Post a Comment