Pages

Wednesday, May 8, 2019

Kopi atau Kelapa Sawit yang Lebih Ramah bagi Tanah Papua?

Liputan6.com, Jakarta - Produksi sebuah komoditas, termasuk kopi, sedikit-banyak memberi dampak pada lingkungan sekitar. Di tanah Papua sendiri, kopi masih belum jadi pilihan utama para petani mengingat berbagai keterbatasan.

Sementara, kepala sawit sudah jadi barang dagangan menjanjikan di Papua. Tapi, di tengah keuntungan yang terus mengalir, ada dampak kurang baik dari pemberdayaan tumbuhan satu ini.

Staff Bentara Papua, Albert Yomo, menuturkan bahwa keberadaan kebun kelapa sawit memberi dampak buruk pada lingkungan. "Kelapa sawit kan tanaman monokultur. Jadi, penanamannya harus membabat hutan. Menghilangkan keberagaman spesies," katanya di acara Mengenal Kopi Papua di Kedai Kopi Alenia, Kemang, Jakarta, Jumat, 3 Mei 2019.

Dampaknya, sambung Albert, adalah pembukaan lahan besar-besaran di Papua. Pasal, karena merupakan tanaman monokultur, kelapa sawit tidak bisa hidup berdampingan dengan pohon lain di sekitar.

Kejadian nahas ini membuat Albert bersama Bentara Papua terus mendorong warga, terutama para petani, untuk beralih membudidayakan kopi. Di samping hasil jangka panjang yang diperkirakan sangat menguntungkan, kopi lebih ramah untuk tanah Papua.

Let's block ads! (Why?)



from Berita Gaya Hidup Terkini - Tren Fashion, Info Shopping, Menu Kuliner kalo berita kurang lengkap buka link disamping http://bit.ly/2YiUZ8l

No comments:

Post a Comment