Liputan6.com, Jakarta - Saat mendengar kemenyan, sebagian besar orang akan mengaitkannya dengan hal-hal gaib atau menakutkan. Tak heran mengingat produk itu sering ditampilkan dalam adegan film horor.
Tapi, di tangan peneliti Balai Litbang Lingkungan Hidup dan Kehutanan Aek Nauli, Cut Riziani Cholibrina, kemenyan berhasil diolah jadi parfum bernama Tobarium. Pembuatannya mempertimbangkan gradasi aroma sesuai lepasnya partikel masing-masing minyak atsiri penyusun.
Diunggah akun Instagram @kementerianlhk, Sabtu, 4 Mei 2019, wangi parfum itu disebut begitu berkelas. Aromanya tahan lama dengan sensasi harum yang berbeda sepanjang waktu.
Parfum kemenyan saat ini tersedia dalam tujuh varian aroma, yakni Rizla (floral fresh), Riedh@ (floral fruit), Jeumpa (cempaka), Azwa (woody), Aphis (green oceanic), Tiara (oriental) dan Sylva (forest).
Sementara, Kepala Balai Litbang Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) Aek Nauli, Pratiara menjelaskan bahwa kemenyan merupakan getah atau resin yang dihasilkan pohon kemenyan (Styrax spp) melalui proses penyadapan.
"Parfum kemenyan berbeda dibandingkan pewangi yang banyak beredar di pasaran, tidak mengandung alkohol, high concentrate sehingga bertahan lama. Selain wangi, parfum juga dapat digunakan untuk aromaterapi dan penyegar," katanya.
from Berita Gaya Hidup Terkini - Tren Fashion, Info Shopping, Menu Kuliner kalo berita kurang lengkap buka link disamping http://bit.ly/2Y7SrJZ
No comments:
Post a Comment