Pages

Monday, October 1, 2018

Belajar Kehidupan dari Aren di Festival Rogojembangan Pekalongan

Liputan6.com, Pekalongan - Langit biru di atas Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, ikut menyaksikan iring-iringan manusia membawa air yang akan disiram ke pohon aren, gula aren setangkep dan aren sakjodo. Mengapa aren?

"Pohon ini tidak gampang tumbuhnya, tapi masyarakat di sini benar-benar merasakan manfaat aren yang dapat diolah menjadi gula merah dan gula semut yang menjadi sumber penghasilan mereka," kata Agus Dwi Nugroho, Camat Petungkriyono, Sabtu, 29 September 2018.

Pohon aren juga dimaknai sebagai gambaran kehidupan manusia, mulai dari tumbuh sampai matinya. Manfaatnya pun dapat dicontoh manusia dalam menjalani kehidupan.

Berbagai kegiatan di bawah langit Petungkriyono sepanjang hari itu adalah rangkain Festival Rogojembangan yang diadakan Pemkab Pekalongan. Mereka terinspirasi Festival Dieng yang berjarak sekitar satu jam perjalanan ke arah selatan.

Ini festival budaya pertama di Kabupaten Pekalongan, berlangsung 28-30 September 2018, dengan melibatkan UKM-UKM unggulan di kabupaten tersebut dan berbagai kelompok seniman.

Nama Rogojembangan dipakai untuk menggambarkan masyarakat (rego) yang bersatu dalam sebuah wadah budaya (jembangan). Maka, Festival Rogojembangan menjadi tempat berkumpulnya masyarakat Pekalongan dengan beragam budaya lewat sejumlah pertunjukan, seperti kuda lumping, kuntulan, dan sintren Langensari.

Pada malam pertama diadakan pagelaran musik para musisi asal Pekalongan seperti Reggae Cassava, Keroncong Wapres dan Seroja Entertainment. Malamnya hadir musik alas dengan bintang tamu Kailasa (Dieng), Olski dari (Jogjakarta), dan Tigapagi dari (Bandung).

Let's block ads! (Why?)



from Berita Gaya Hidup Terkini - Tren Fashion, Info Shopping, Menu Kuliner kalo berita kurang lengkap buka link disamping https://ift.tt/2DK4urK

Menikmati 40 Jenis Roti dengan Harga Rp 7.500, Mau?

Liputan6.com, Jakarta - BreadTalk Festival kembali digelar pada 1 sampai 3 Oktober 2018. Memasuki tahun ke-2, kali ini Anda bisa menikmati tak kurang dari 40 varian roti dengan harga spesial, yakni hanya Rp7.500 saja.

"Ada kurang lebih 40 jenis roti. Dari macam-macam harganya, kami diskon jadi Rp 7.500," tutur Tessa Adriani, Brand Manager BreadTalk Indonesia di kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (1/9/2018).

Untuk menikmati promosi ini, Anda perlu membeli jenis roti yang sudah ditentukan minimal delapan buah. "Kalau maksimal nggak ada. Bisa sepuasnya. Tapi, kami punya minimal pembelian 8 pcs," ujar Tessa.

Walau bisa dibeli dengan harga terjangkau, roti yang disajikan dalam BreadTalk Festival ini dijamin tetap fresh. Ia menjamin semua roti dibuat pada hari yang sama. 

"Tetap di-bake di hari yang sama. Paling lebih pagi saja," jelasnya.

Terdiri dari begitu banyak varian, Anda tak bisa menemukan semua jenis di waktu yang sama. "Iya tiga hari ini sajiannya beda-beda. Karena kan masing-masing ada lama baking," sambungnya.

Supaya tak kehabisan, Tessa membocorkan waktu terbaik untuk membeli roti di festival ini. Anda disarankan datang lebih pagi, misalnya sebelum berangkat ke kantor, atau jam 'tanggung', yakni pukul 3 hingga 4 sore. Tujuannya agar terhindar dari jam sibuk.

Diskon ini tak hanya bisa dinikmati di kategori roti, tetapi juga slice cake mulai dari Rp 15 ribu. Sementara, medium cake dari harga Rp 119 ribu, dan whole cake pada Rp 199 ribu.

Promo ini berlaku di seluruh outlet BreadTalk, kecuali di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta. Khusus hari ini, diskon berlaku hanya dengan pembayaran memakai semua jenis kartu Bank Mandiri.

Saksikan video pilihan berikut ini:

Ratusan orang membuta roti lapis raksasa dengan panjang 70 meter dan berat 865 kilogram. Ini merupakan bagian acara Torta Fair yang ke-15.

Let's block ads! (Why?)



from Berita Gaya Hidup Terkini - Tren Fashion, Info Shopping, Menu Kuliner kalo berita kurang lengkap buka link disamping https://ift.tt/2Qgk93s