Pages

Monday, October 1, 2018

Kian Serius di Arena Gim, Telkomsel Rilis ShellFire

Peluncuran gim ShellFire di Jakarta, Senin (1/10/2018). Liputan6.com/ Andina Librianty

ShellFire saat ini hanya tersedia di Indonesia. Telkomsel berencana akan melakukan ekspansi ke wilayah Asia Tenggara pada tahun depan, ketika merasa gim tersebut sudah menunjukkan pertumbuhan.

Diketahui, Telkomsel menargetkan negara-negara seperti Thailand, Filipina, Vietnam dan Malaysia, dengan jumlah penduduk cukup banyak pun, dirasa cocok sebagai target pasar.

"Life cycle gim itu cepat, jadi kami harus merilisnya yang sesuai dengan target pasarnya. Oleh sebab itu, dalam enam bulan, kami akan lihat apakah investasinya berhasil atau tidak. Kalau tidak, kami akan geser ke title (gim) lain," ungkap Auliya.

Sebelum menggelar ekspansi, Telkomsel akan fokus mempromosikan ShellFire di Indonesia. Bagi gamer yang login selama periode promo 1-31 Oktober 2018, akan mendapatkan reward berupa hero, rune, dan item lainnya senilai lebih dari Rp 200 ribu.

Khusus pelanggan Telkomsel, akan mendapatkan tambahan paket GamesMax yang bisa digunakan bermain ShellFire dan gim lainnya kuota 5GB dengan harga Rp 10 ribu. Paket promo ini bisa diaktifkan melalui situs resmi ShellFire.

(Din/Ysl)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Let's block ads! (Why?)

from Berita Teknologi Gadget, Games Keren, Aplikasi Terbaru Dunia kalo berita kurang lengkap buka link disamping https://ift.tt/2DUk30f

Sunday, September 30, 2018

Ini Cara Mengetahui Apakah Facebook Kamu Jadi Korban Peretasan

Liputan6.com, Jakarta - Facebook me-reset login puluhan juta akun pada Jumat lalu, bersamaan dengan pengumuman mereka tentang adanya pelanggaran data (peretasan) pengguna.

Peretasan tersebut membuat hacker mampu mengontrol puluhan ribu akun milik pengguna terdampak. Lantas, bagaimana mengetahui apakah kamu jadi korban peretasan?

Sebagaimana dikutip Tekno Liputan6.com dari Fortune, Senin (1/10/2018), jika pengguna login Facebook dari aplikasi maupun web browser dan mereka harus masuk lagi (re-login) ke akun, kemungkinan akun tersebut sudah jadi korban peretasan. Namun, bisa juga tidak.

Facebook menyebut, si penyerang mampu mendapatkan akses token ke 50 juta akun pengguna. Dengan akses itu, penyerang mampu masuk ke dalam akun tanpa perlu tahu nama pengguna ataupun kata sandi.

Namun, Facebook menyebut sudah me-reset sesi akun untuk 40 juta pengguna yang memiliki catatan seseorang menggunakan fitur yang dapat dieksploitasi ini. Bahkan, jika penggunaan itu tidaklah berbahaya.

Facebook menyebut, password dari akun yang terdampak tidaklah bocor. Selain itu, pihak Facebook juga belum melakukan reset password untuk akun-akun yang terdampak pelanggaran data.

Sekadar diketahui, situs web dan aplikasi Facebook menggunakan token untuk menyimpan sesi antara browser atau aplikasi dan server yang aktif setelah login awal. Hal ini dilakukan guna membuktikan pengguna memiliki kredensial login yang tepat.

Token yang diberikan ini biasanya akan kedaluwarsa dari waktu ke waktu. Namun, Facebook bisa membiarkannya bertahan selama sebulan atau lebih sebelum meminta pengguna memverifikasi informasi login lagi.

Karena pengguna tidak mengontrol token, tidak ada cara untuk mencegah terjadinya pembajakan kredensial token di Facebook. Selain itu, tidak ada cara bagi pengguna untuk mencegah pemblokiran identitas lain di masa mendatang.

Let's block ads! (Why?)

from Berita Teknologi Gadget, Games Keren, Aplikasi Terbaru Dunia kalo berita kurang lengkap buka link disamping https://ift.tt/2xOiFXq