:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/1937644/original/001119200_1519626925-1.jpg)
Liputan6.com, Jakarta - Melihat kemelut yang belum lama ini terjadi di dunia aset kripto, SwipeCrypto, upaya rintisan monetisasi keterlibatan aplikasis seluler, menawarkan model baru dalam menghargai setiap bit informasi yang dihasilkan oleh pengguna aplikasi.
Berbeda dengan model interaksi yang terjadi selama ini, di mana lalu lintas data terkumpul pada satu pangkalan data yang dikuasai hanya oleh segelintir pihak, SwipeCrypto memungkinkan tata kelola bagi hasil biaya iklan yang lebih transparan dan terdesentralisasi.
Model monetisasi data yang ada saat ini pada umumnya tidak memberikan imbalan apa pun kepada pengguna aplikasi sebagai "sumur minyak" baru dalam ekonomi data.
Pengguna aplikasi yang secara terus menerus menerbitkan data, juga tidak tahu siapa dan untuk apa data tersebut kemudian digunakan.
Padahal, seringkali data-tersebut bersifat sensitif atau rahasia. Pembuat aplikasi pun seringkali kesulitan dalam mendapatkan bagi hasil atas aplikasi yang dibuatnya karena tidak terintegrasinya sistem dengan gerbang pembayaran.
Sementara itu, konsumen data yang biasanya adalah korporasi yang memerlukan data pemasaran, tidak mendapatkan jaminan integritas asal muasal data sehingga tidak jarang program kampanye pemasaran yang terkait dengan data-data tersebut menjadi salah sasaran.
SwipeCrypto mengumpulkan pengguna aplikasi, pengembang aplikasi, mitra pasar data, dan korporasi sebagai pembeli data ke dalam satu buku besar terdistribusi. Demikian menurut keterangan SwipeCrypto yang diterima Tekno Liputan6.com pada Minggu (19/5/2019).
Dengan memiliki tujuan nyata yang bermanfaat bagi banyak pihak, maka SwipeCrypto dapat memiliki tempat tersendiri pada lanskap baru ekosistem aset kripto.
Proyek ini tidak semata-mata menjanjikan imbal hasil yang menggiurkan bagi para investor utama, para pemodal privat maupun publik namun lebih kepada penggalangan urun dana (crowdfunding) untuk pengembangan teknis wahana monetisasi data yang lebih transparan.
Alokasi penjualan token yang hanya 25 persen menjadi bukti bahwa proyek ini tidak sekadar mencari keuntungan dari kenaikan harga token namun ada porsi komitmen besar dari pengembang agar proyek ini bisa berjalan dengan baik dan berkesinambungan.
from Berita Teknologi Gadget, Games Keren, Aplikasi Terbaru Dunia kalo berita kurang lengkap buka link disamping http://bit.ly/2Q7B8WE
No comments:
Post a Comment